Work-Life Balance : Antara Kerja Keras, Bersenang-Senang dan Ibadah

Work-life balance merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan keseimbangan antara waktu yang dialokasikan untuk bekerja dan waktu yang digunakan untuk aktivitas pribadi seperti istirahat, keluarga, hobi, rekreasi dan ibadah.

Hilangnya Batas Antara Pekerjaan dan Kehidupan Pribadi

Work-life balance menjadi semakin penting untuk dibahas karena tanpa kita sadari kemajuan teknologi telah menghapus batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Sebuah perangkat elektronik yang bernama laptop memungkinkan para pekerja membawa pulang pekerjaannya untuk diselesaikan di rumah, padahal waktu di rumah seharusnya digunakan untuk berkumpul dengan keluarga, demikian pula dengan aplikasi sosial media dan pesan singkat yang memungkinkan seseorang untuk bertukar kabar dengan keluarga dan sahabat sekalipun ia sedang bekerja di kantor.

Work-life balance sangat penting agar seseorang bisa menjadi lebih bahagia, bukankah kalau kita telusuri lebih dalam tujuan kita bekerja adalah untuk mencari uang yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan membahagiakan keluarga? Adanya keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan memungkinkan kita untuk menjadi lebih kreatif dan produktif.

Apabila kita hanya fokus pada pekerjaan tanpa memperdulikan aspek kehidupan yang lain kita akan menjadi lebih mudah stres dan lelah. Memaksa diri untuk bekerja dalam kondisi lelah akan mengakibatkan berkurangnya produktivitas. Ujung-ujungnya kita akan menjadi mudah marah, sehingga satu persatu penyakit mulai berdatangan dan rezeki pun menjauh dari kita. Kemudian terjadilah apa yang dikatakan ketika muda manusia mengorbankan kesehatan demi harta dan pada saat tua manusia mengorbankan harta demi kesehatan.

Work Hard Play Hard : Mencari Keseimbangan Antara Kerja Keras dan Bersenang-Senang

Untuk menjawab kebutuhan akan keseimbangan pekerjaan dan kehidupan pribadi, kemudian muncul istilah work hard play hard. Work hard artinya kerja keras, sedangkan arti play hard adalah bermain dengan sungguh-sungguh, dengan demikian arti work hard play hard adalah pada saat bekerja kita harus bekerja dengan sungguh-sungguh, sedangkan ketika tiba waktunya untuk bersenang-senang maka kita harus benar-benar menikmatinya. Work hard berkaitan dengan proses bekerja untuk menghasilkan uang, sedangkan play hard berkaitan dengan menikmati hasil dari kerja keras.

Work hard play hard bukan berarti jumlah jam atau waktu yang digunakan untuk bekerja dan waktu yang digunakan untuk bersenang-senang harus sama, misalnya apabila dalam sehari kita bekerja 8 jam maka kita juga harus bersenang-senang selama 8 jam. Tidak ada angka yang pasti mengenai berapa jam kita harus bekerja dan berapa jam kita harus bersenang-senang. Setiap orang memiliki titik keseimbangannya masing-masing. Ada banyak faktor yang mempengaruhi keseimbangan antara bekerja dan bersenang-senang, misalnya usia, status pernikahan, dan jenjang karir.

Istilah work hard play hard kemudian berkembang menjadi beberapa istilah sesuai dengan kebutuhan setiap orang untuk bekerja dan bersenang-senang: work hard play harder, play hard work harder dan work smarter not harder.

Work Hard Play Harder

Work hard play harder artinya bekerja keras dan lebih banyak bersenang-senang. Istilah ini banyak ditemukan pada orang-orang yang bekerja di industri kreatif, seperti penulis, animator, penata busana, arsitektur, musisi dan artis. Bagi orang-orang di industri kreatif kehadiran ide sangat penting dan seringkali ide muncul pada saat mereka sedang bersenang-senang, jadi jangan iri bila Anda melihat mereka lebih sering bersenang-senang dan jam kerjanya lebih singkat dibanding jam kerja Anda.

Play Hard Work Harder

Play hard work harder artinya bersenang-senang dengan sungguh-sungguh dan lebih banyak bekerja keras. Semboyan play hard work harder dapat kita temukan pada para profesional seperti dokter, pengacara, notaris, pialang saham, broker properti, akuntan dan agen asuransi. Pekerjaan menuntut mereka untuk menghargai waktu, lebih cermat dan lebih teliti, sehingga kita sering menemukan para profesional yang sangat serius pada saat mereka sedang bekerja, namun setelah pekerjaan mereka selesai, mereka akan benar-benar menikmati hasil jerih lelah mereka.

Work Smarter Not Harder

Work smarter not harder artinya bekerja lebih cerdas bukan lebih keras. Ide ini kebanyakan diusung oleh para pebisnis, namun bisa juga diterapkan di bidang lain baik oleh para pelaku industri kreatif maupun para profesional. Efisien adalah kata yang tepat untuk menggambarkan orang-orang yang memiliki semboyan work smarter not harder. Mereka hanya akan fokus untuk mengerjakan hal-hal yang memberikan hasil terbaik. Pekerjaan yang kurang menghasilkan atau sifatnya remeh akan didelegasikan kepada orang lain atau mereka akan memanfaatkan mesin dan aplikasi untuk mengerjakannya.

Work Hard Pray Hard : Ketika Manusia Angkat Tangan, Tuhan Akan Turun Tangan

Work-life balance yang hanya diisi dengan bekerja dan bersenang-senang lama kelamaan akan terasa hampa. Ada banyak cerita mengenai orang-orang yang mati-matian bekerja keras demi meraih puncak karir dan mengumpulkan harta sebanyak mungkin, setelah berada di puncak karir dan harta sudah menumpuk mereka merasa hampa. Karir dan harta yang selama ini mereka kejar terasa tidak ada artinya. Hal yang serupa terjadi dengan orang-orang yang hanya mengejar kesenangan. Kita sering mendengar cerita mengenai orang-orang yang terjerumus ke dalam pergaulan bebas dan narkoba hanya karena mereka ingin terlepas dari beratnya beban kehidupan. Orang yang hanya mengejar kesenangan duniawi lama kelamaan akan melenceng dan kehilangan tujuan hidup.

Ada sesuatu yang kurang dari konsep work-life balance yang hanya diisi dengan kerja keras dan bersenang-senang. Orang-orang yang hanya fokus pada konsep work hard play hard dan konsep yang sejenis lainnya lupa bahwa di dunia ini ada kuasa Tuhan, kuasa sang pencipta langit dan bumi, kuasa sang pemilik seluruh harta kekayaan di dunia ini, kuasa sang pencipta umat manusia. Kemudian muncullah konsep work hard pray hard yang berusaha untuk memasukkan unsur spiritual ke dalam keseimbangan hidup.

Work hard pray hard artinya bekerja keras dan berdoa dengan sungguh-sungguh. Tugas kita adalah mengerjakan yang terbaik dan biarkan Tuhan yang menyelesaikannya, do the best and let God do the rest. Ketika kita sudah lelah dengan beratnya beban kerja dan hasilnya tidak sesuai dengan yang kita harapkan, maka saatnya kita angkat tangan dan biarkan Tuhan yang turun tangan untuk mengangkat beban berat tersebut.

Pray First, Work Smart and Play Hard

Menurut saya ada satu konsep yang mampu memberikan keseimbangan hidup yang lebih baik, yaitu pray first, work smart and play hard. Konsep ini berarti kita harus menempatkan Tuhan sebagai yang terutama, lalu bekerja dengan cerdas dan menikmati hasilnya dengan bersenang-senang. Hal ini dapat dilakukan dengan cara:

  1. Berusaha mendekatkan diri kepada Tuhan dengan cara rutin beribadah dan selalu mengucap syukur, sekalipun hidup terasa berat dan penuh tantangan. Ingatlah bahwa setiap tantangan yang kita hadapi adalah latihan untuk mencapai keadaan yang lebih baik.
  2. Mengembalikan berkat atau rezeki yang telah kita terima kepada Tuhan dengan cara menyalurkan sumbangan ke rumah ibadah dan orang-orang yang membutuhkan. Tempatkan Tuhan sebagai yang terutama dan jangan mau menjadi hamba uang. Miliki priortas yang benar: Tuhan –> Manusia –> Uang.
  3. Fokus pada pekerjaan yang memberikan hasil terbaik. Prinsip Pareto menyatakan bahwa 80% dari hasil didapatkan dari 20% usaha yang kita lakukan, oleh karena itu kita harus fokus mengerjakan 20% pekerjaan yang memberikan 80% hasil, sedangkan untuk 80% pekerjaan yang memberikan hanya 20% hasil dapat kita selesaikan dengan cara memanfaatkan alat atau mendelegasikannya kepada orang lain.
  4. Istirahat yang cukup. Tidurlah 7 – 8 jam per hari, bila perlu singkirkanlah pekerjaan Anda pada akhir pekan dan tidur lebih lama dari biasanya.
  5. Menjaga pola makan. Jagalah pola makan Anda dengan mengkonsumsi makanan yang tinggi protein, rendah lemak dan rendah karbohidrat, serta perbanyak serat seperti sayur dan buah, selain itu hindarilah makanan yang banyak mengandung gula, garam, penyedap rasa dan pewarna buatan.
  6. Olahraga teratur. Berolahragalah 20-30 menit per hari, bila tidak sempat, jangan malas! Ganti lift dengan tangga.
  7. Harta yang paling berharga adalah keluarga, luangkan lebih banyak
    waktu bersama dengan keluarga Anda,
    terutama dengan anak-anak. Mereka tumbuh dengan sangat cepat dan setiap momen dengan anak-anak sangat berharga. Anda tidak akan pernah menyesal bila Anda meluangkan waktu untuk membentuk karakter dan masa depan mereka.

Semoga artikel ini mampu memberikan pencerahan kepada Anda untuk memiliki work-life balance yang lebih baik. Ingatlah untuk selalu menempatkan Tuhan sebagai yang terutama, berkeja dengan cerdas dan bersenang-senang dengan orang-orang yang Anda kasihi.

Leave a Comment