Gereja Satu Jam Saja

Akhir-akhir ini ramai diperbincangkan mengenai Gereja Satu Jam Saja atau GSJS. Gereja yang mengambil tempat di Mall Grand City dan Ciputra World Surabaya ini memang berbeda dengan gereja lain dalam hal durasi ibadah. Apabila durasi ibadah gereja pada umumnya dua jam, maka Gereja Satu Jam Saja / GSJS Surabaya mengusung konsep ibadah selama satu jam saja.

gereja satu jam saja

Konsep Ibadah Gereja Satu Jam Saja

GSJS Surabaya didirikan pada tahun 2010 oleh Samuel Gunawan. Konsep ibadah Gereja Satu Jam Saja mengacu pada perkataan Yesus dalam Matius 26 ayat 40, “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?” Hal ini dikatakan oleh  Yesus di taman Getsemani menjelang penyaliban. Pada saat itu Yesus meminta murid-murid-Nya untuk duduk menunggu selama Ia berdoa, namun para murid malah tertidur.

Apabila kita mencari informasi mengenai Gereja Satu Jam Saja di Google, akan muncul beberapa artikel yang kontra dengan konsep satu jam saja ini. Pada intinya orang-orang yang kontra menganggap konsep ini adalah ajaran tidak benar yang lebih mementingkan waktu pribadi dibanding waktu bersekutu dengan Tuhan. Ada pula yang mengatakan konsep ini penghinaan dan pelecehan besar buat Tuhan karena konsep ini adalah hasil kompromi dengan keinginan daging manusia.

Mengenai konsep yang diusung Gereja Satu Jam Saja, saya berpendapat bahwa konsep ini harus dihargai karena konsep ini memberikan kesempatan kepada orang-orang yang tidak bisa hadir dalam ibadah dua jam. Tidak semua orang beruntung mendapatkan libur di hari minggu. Ambil contoh para pekerja di mall, restoran, dan tempat wisata yang malah ramainya di hari libur. Mereka bisa memanfaatkan celah di tengah hari mereka yang padat untuk beribadah di gereja ini.

GSJS Langkah Awal Mengenal Tuhan

Gereja Satu Jam Saja juga sangat tepat untuk mengajak sebanyak mungkin orang yang belum mengenal Tuhan untuk beribadah. Bukankah lebih mudah mengajak mereka ke mall daripada ke gereja? Ingatlah apa yang dikatakan Tuhan dalam Lukas 15 ayat 10 “Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.

Dalam pandangan saya hadir dalam ibadah Gereja Satu Jam Saja merupakan langkah awal untuk mengenal Tuhan. Setelah beberapa kali hadir dalam ibadah yang hanya satu jam saja itu, pasti akan muncul kerinduan untuk mengenal Tuhan lebih dekat dan beribadah dalam durasi yang lebih lama dan lebih sering. Bagi mereka yang ingin beribadah dalam durasi dua jam bisa menghadiri ibadah yang diselenggarakan di Graha GSJS Wijaya Kusuma sedangkan bagi mereka yang ingin mengenal Tuhan lebih dalam bisa hadir dalam kebaktian-kebaktian yang lebih spesifik dan mengikuti camp.

Gereja Satu Jam Saja Grand City

GSJS Grand City diselenggarakan di Convex Grand City Mall Jl Gubeng Pojok No. 1 Surabaya. Gereja Satu Jam Saja di Grand City menyelenggarakan 10 kali kebaktian, masing-masing dengan durasi 1 jam mulai dari jam 10:00 hingga ibadah yang terakhir pada jam 19:00. Berikut ini jadwal lengkap ibadah Gereja Satu Jam Saja di Mall Grand City:

  • 10:00
  • 11:00
  • 12:00
  • 13:00
  • 14:00
  • 15:00
  • 16:00
  • 17:00
  • 18:00
  • 19:00

Gereja Satu Jam Saja Ciputra World

Setelah sukses dengan ibadah di Grand City, GSJS kemudian menambah kegiatan ibadah di Ciputra World. Ibadah di kawasan Surabaya Barat ini diselenggarakan di XXI The Lounge Ciputra World Jl. Mayjen Sungkono No. 89 Surabaya. Ibadah diadakan sebanyak 9 kali mulai dari jam 11:00. Berikut ini jadwal lengkap ibadah GSJS Ciputra World:

  • 11:00
  • 12:00
  • 13:00
  • 14:00
  • 15:00
  • 16:00
  • 17:00
  • 18:00
  • 19:00

Graha GSJS Wijaya Kusuma

Pusat Gereja Satu Jam Saja adalah Graha GSJS yang berada di Jl Wijaya Kusuma No. 34 Surabaya. Gedung ini berada di kawasan Balai Kota Surabaya yang dekat dengan Mall Grand City. Di sinilah tempatnya jemaat berkembang dengan mengikuti ibadah-ibadah yang lebih spesifik seperti Doa Malam, Ibadah Kaum Wanita, Doa Puasa, Kebaktian Youth, Baptisan hingga Konseling Pranikah. Berikut ini jadwal ibadah yang diselenggarakan di GSJS Wijaya Kusuma:

  • Ibadah hari minggu jam 07:00, 09:00, 11:00 dan 17:00.
  • Doa Malam setiap hari kamis jam 19:00
  • Ibadah Kaum Wanita setiap hari kamis jam 17:00
  • Doa Puasa setiap hari selasa jam 10:00
  • Kebaktian Youth setiap hari sabtu jam 16:30

Sebagai penutup, saran saya bagi Anda yang skeptis terhadap Gereja Satu Jam Saja, silahkan datang dulu ke ibadahnya, baru komentar. Kalau satu jam kurang, Anda bisa ikut beberapa kali ibadah. Karena terkadang dalam sehari pembicaranya dua orang atau lebih, sehingga Firman yang dibawakan pun berbeda. Jadi berkat yang Anda peroleh menjadi dua kali lipat. Intinya yang terpenting bukan berapa lama kita beribadah, tapi apakah Tuhan berkenan dengan ibadah kita.

4 thoughts on “Gereja Satu Jam Saja”

  1. saya beberapa kali ke gsjs….memang semua tampak normal seperti gereja lainnya tapi yg bikin bedaa adalah semua dipercepat,bahkan saya mau berdoa saja tidak ada waktu,penyembahan sekali dan pujian sekali,kotbah,kolekte dan doa berkat.Tidak ada waktu untuk berdoa sama sekali.
    memang seperti kompromi dengan kedagingan karena seharusnya ibadah diutamakan dari pada kesibukan tapi gsjs malah ibadah harus kompromi dengan kesibukan.

  2. Gereja sesat atau tidak bukan dinilai dari waktu ibadah namun pengajarannya dan keseriusan dalam beribadah pada Yesus.. anda bisa datang ke gereja yang kebaktiannya 2-3 jam namun pada saat pendeta khotbah anda malah main gadget / smartphone bahkan tertidur (banyak sekali)… menurut anda mana yg lebih layak dihadapan Tuhan?

    masih banyak gereja lain yang ibadahnya hanya 1 jam (gereja protestan) namun tidak dipermasalahkan.. apa ini dipermasalahkan hanya karena nama gerejanya saja GSJS atau bagaimana?

  3. Gembala gereja satu jam saja adalah Pdt. Samuel Gunawan yg pernah kena kasus di Surabaya thn 1998. Kasusnya masuk Jawa Pos krn ada satu jemaatnya yg gadis cantik meninggal dunia di kamar hotel waktu berduaan dgn Pdt. Samuel Gunawan. Jenazah gadis cantik ini kemudian dibawa dan ditinggalkan begitu saja di depan rumah sakit oleh Pdt. Samuel Gunawan.

Leave a Comment